Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 17, 2012

Rumah Baru

Sedang mendekorasi "rumah baru".
Feel free to visit:

http://carakata.wordpress.com

^__^

Happy Ied Mubarak 1433H

Kamis, Juli 05, 2012

Pekerjaan Impian

Ada beberapa pekerjaan impian yang kuinginkan. Tiga diantaranya sudah kudapatkan.

Pertama, menjadi editor di salah satu penerbit di Bandung. Masih jelas dalam ingatan tentang rasa ragu untuk mengikuti tes selama perjalanan Malang-Bandung kala itu. Masih jelas juga perasaan ketika harus buru-buru ke stasiun usai mengikuti wisuda di kampus (harus langsung kembali ke Bandung). Meskipun hanya enam bulan, banyak hal yang kupelajari di sana. Memutuskan untuk resign memang tidak mudah. Namun, aku tahu itulah pilihan yang terbaik yang bisa kubuat saat itu.

Kedua, menjadi penulis konten. Tepat sehari setelah kepulanganku dari Bandung, aku langsung dapat telepon untuk ditawari bekerja sebagai penulis konten. Untuk gaji memang tidak sebesar gaji sewaktu di Bandung. Namun, yang menyenangkan dari pekerjaan ini aku bisa mengasah kemampuan menulisku dan dibayar, hehe. Salah seorang teman kuliah mengatakan betapa enaknya aku mendapatkan pekerjaan ini karena bisa dikerjakan sambil santai. Kau benar, kawan, tetapi bukan berarti tanpa hambatan. Ada kalanya rasa bosan melanda. Tidak ada orang yang bisa diajak mengobrol ternyata cukup menyiksa pula. Belum lagi saat stuck tidak ada ide mau menulis apa.

Ketiga, menjadi editor lepas. Memang masih mendapatkan satu novel yang bisa kusunting tanpa harus bekerja di dalam kantor. Sangat menyenangkan. Aku bisa menyesuaikan waktuku untuk menyuntingnya tanpa diganggu apapun.

Dan, aku masih punya beberapa pekerjaan impian yang ingin kuraih.
Penulis novel.
Penulis kisah perjalanan (traveling)
Penerjemah buku.
Social Media Consultant
Social Media Enthusiast
Apa lagi ya...
Ya, masih ada yang lainnya lah.

Rabu, Juli 04, 2012

Bikin "Rumah Baru"

Terbesit sebuah keinginan untuk membangun rumah baru alias blog baru. Alasannya? Hmm...ingin membuat sesuatu yang baru dan benar-benar serius. Selama ini blog terlama yang aku punya adalah ini. Sempat bikin blog di wordpress tetapi karena satu dan lain hal, blog itu aku hapus. Saat ini pun aku juga punya akun di Kompasiana (yang jarang sekali terupdate). Blog ini pun nggak selalu rajin ku-update. Paling kalau pas lagi pengen nulis aja baru deh nulis. Isinya? Random semuanya, hehe.

Tadi sudah sempat bikin akun blog baru. Rencananya mau minta bikinin theme yang personalized dari adek. Sesuatu yang beda dan ya, sebagai media pembelajaranku yang benar-benar baru. Kalau sudah bikin yang baru, blog ini mau dibuat apa? Ditinggalin? Ya, tunggu entar lah kalau "rumah baru" sudah selesai dibangun.

Kamis, Juni 28, 2012

Kuliah Gratis di Universitas Luar Negeri

Beberapa saat lalu sempat blogwalking, hingga menemukan ada sebuah kesempatan untuk bisa kuliah secara gratis. Tak perlu membayar. Eh, tak perlu repot-repot pula melamar beasiswa pula. Hanya satu hal yang diperlukan: sambungan internet.

Di http://www.coursera.org/, terdapat beberapa courses yang bisa kita pilih. Aku sendiri sebenarnya belum pernah punya pengalaman mengikuti perkuliahan model seperti ini. Namun, tampaknya cukup menarik juga untuk dicoba. Kita bisa ikut perkuliahan yang diselenggarakan oleh beberapa universitas terkemuka di luar negeri. Seperti, University of Michigan, University of Pennsylvania, Princeton University, dan Stanford University, University of California. 

 Aku pun memilih dua mata "kuliah" yang baru akan dimulai tanggl 23 Juli 2012 nanti: 
1. Fantasy and Science Fiction: The Human Mind, Our Modern World 
2. Listening to World Music
Masih banyak lagi pilihan course yang bisa kita pilih. Tergantung minat aja. Berhubung aku lebih suka yang tentang segala hal berbau fiksi dan kebudayaan, dua mata kuliah yang aku pilih di atas sepertinya bakal menyenangkan untuk dipelajari.

Sembari mempersiapkan diri untuk menyiapkan beasiswa, nggak ada salahnya juga ikutan kuliah on-line gratis. Hitung-hitung nanti kalau kuliah lagi, otak nggak "kaget", hehe.

 

Senin, Juni 25, 2012

Manusia Pagi

Ibu, Ibu yang selalu bangun lebih pagi tiap harinya. Beliau menanak nasi, mencuci baju, dan selalu menyiapkan sarapan. Sewaktu masih sekolah, aku selalu menunggu ibu untuk membangunkanku. Bagiku, suara ibu yang lembut itu lebih ampuh untuk membangunkanku daripada suara jam beker yang meraung-raung nyaring.

Manusia pagi.

Beberapa bulan terakhir tak mudah bagiku untuk bisa selalu bangun pagi.
Ibu, teach me how to wake up early in the morning...

Jumat, Juni 22, 2012

What I've Done Recently

Sudah lebih dari tiga bulan. Saat memutuskan untuk memulai segalanya dari awal, ah...masih sama saja. Belum ada perubahan drastis yang ada dalam diriku. Tapi, masih bersyukur bisa membuat sedikit perubahan-perubahan kecil dan merasakan beberapa hal yang berubah di beberapa minggu terakhir ini.

Bangun dan Tidur
Oke, ini masih jadi kebiasaan burukku. Belum bisa benar-benar "hidup" sebelum jam 7 pagi. Mungkin hanya sekali dua kali bisa bangun pagi buat shalat Subuh dan nggak tidur lagi setelah itu. Still struggling with it. It's not a good habit...at all! Dan malemnya baru tidur paling awal jam 10 malem. Ya, mentang-mentang kerja di rumah aja jadinya nggak ngerasa kalau bangun pagi dan tidur lebih awal itu udah nggak penting lagi, hadeuh. I will change it right away!

Ketemu Temen-temen
Beberapa hari yang lalu menghadiri pernikahan seorang sahabat. Saat itulah aku baru tahu kalau tiga sahabatku yang lain sedang hamil. Wew, tahun ini aku dilimpahi banyak keponakan, hoho. Kalau udah kayak gini, semuanya kerasa berubah semuanya. Cepat sekali waktu berlalu. Dua sahabatku yang berprofesi sebagai guru makin kurus dan kurusnya itu cukup drastis. Tahu gitu aku jadi guru aja ya jadi bisa sekalian diet biar makin kurus, hoho. 

Setahun Setelah Yudisium
Baru sadar kalau aku sudah yudisium setahun yang lalu. Dan yang terjadi selama setahun ini? Hmm, cukup banyak juga sebenarnya.
Saat ini aku sudah mulai nggak tahan lagi. Harus segera melangkah ke depan, segera bergerak ke depan lagi.

Membuat Kejutan
Suatu malam, aku mengirim sms ke beberapa teman, menanyakan buku apa yang paling ingin mereka baca. Adalah Abib yang langsung curiga dan dia malah ngetes aku macam-macam: siapa nama lengkapnya, di mana alamat rumahnya, apa alamat e-mailku. Haish, aku malah merasa dihakimi aja. Dia ngira ada orang asing yang pake hapeku dan mengerjainya. Ya ampun, yang ngirim sms itu aku, dia malah bilang smsnya aneh karena bahasaku berubah. Oh My!
Adalah Fitri dan Ika yang langsung membalas smsku dengan cukup wajar. Meski emang mereka nanya kenapa tiba-tiba mau ngebeliin buku.
Adalah Eva yang nggak tahu buku apa yang mau ia baca. Ia hanya ingin buku buat putrinya yang berusia dua tahun. Akhirnya, kuputuskan untuk membeli buku latihan membaca buat Jasmine--putri kecilnya.
Adalah Cita, Fida, dan Evi. Langsung kutodong buku apa yang ingin mereka baca. Evi ingin buku latihan soal CPNS, Cita ingin Sepatu Dahlan, dan Fida ingin Partikel. Baiklah, semua dibungkus. Bahkan aku memberi "buku bonus" pada Fida dan Cita, hehe. Setelah itu aku meminta alamat lengkap mereka.
Kemudian, Jevi. Dia cukup bijak tak menanyaiku macam-macam. Hanya alasan apa yang menginspirasiku untuk ngebeliin buku yang diinginkan--Partikel, hehe.
Adalah Ana, Heny, dan Lusy yang tak membalas smsku. Mungkin mereka masih berpikir aku kurang kerjaan dengan sms itu. Jadi, ya yang tak membalas smsku berarti tak menginginkan buku apa-apa.
Apa alasanku sesungguhnya melakukan hal ini? (ask directly to my heart)

Keinginan
Aku ingin lebih banyak belajar tentang Social Media. Beberapa kali mengunduh materi tentang Social Media. Terpikir juga untuk bisa mempunyai website pribadi.
Masih berambisi untuk bisa ke Amerika. Mana boleh hanya temanku aja yang bisa ke Amerika, aku juga mau dong, hoho. Pengen ngerasain bisa tinggal di dorm. Pengen menebus "dosa" untuk bisa jadi mahasiswa yang sesungguhnya dan serius kuliah (bukannya galau). Yaps, next year...wait me, Uncle Sam!
Lagi nyoba ikutan beberapa lomba nulis. Ah, pengen menangin semuanya, pengen dapet semua hadiah utamanya.
Juga, keinginan untuk solo traveling. Menelusuri tempat-tempat indah yang belum pernah kukunjungi.
Ah iya, aku sudah lama tidak menonton film-film terbaru. Gara-gara rental VCD langgananku sudah tutup, jadinya aku tak pernah menyewa VCD lagi. Nonton bioskop terakhir kali pun pas nonton Harry Potter sama temen kuliah di bulan puasa.

Hmm...akhir-akhir jadi (mem)biasa(kan) diri minum teh hijau. Biar kurus? Biar sehat? 

Minggu, Mei 13, 2012

Prestasi

Tiba-tiba saja aku menanyakan pertanyaan ini pada diriku sendiri: kapan terakhir kalinya aku berprestasi?
Baru-baru ini? Atau lama-lama sekali?

Pause.

Waktu SD hingga SMP, aku pikir yang namanya prestasi adalah saat bisa mendapat ranking di kelas. Saat itu rasanya cukup buatku untuk selalu berada di peringkat atas di kelas--dengan satu kali pengalaman menjadi 10 siswa terbaik sewaktu di SMP. Saat di SMA, aku mulai tidak mempedulikan peringkat. Apalagi saat di SMA tidak diberlakukan lagi peringkat atau ranking di kelas. Akibatnya, aku semakin santai saat mengikuti pelajaran di sekolah. Masuk jurusan IPA pun rasanya saat itu hanya agar bisa lebih keren. Syukurlah saat itu aku sempat (sedikit) aktif pada ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja.

Kadang aku merasa "bangga" hanya menghabiskan waktu satu tahun saja saat di TK sedangkan beberapa temanku yang lain menghabiskan waktu dua tahun di bangku TK. Hehe, sempat merasa bangga. Namun, itu tak bertahan lama saat aku mengenal ada seorang teman yang ternyata dia dulu langsung masuk SD tanpa TK.

Sewaktu kuliah? Hmm, IP biasa-biasa saja. Keorganisasian? Hanya lebih banyak aji mumpung. Sekali dua kali ikut forum pemuda. Namun, saat itu hanya dengan alasan ikut-ikutan saja. Prestasi lainnya?
Tidak ada.
Belum.

Jadi?

Prestasi. Sebegitu penting kah?
Bagiku, itu sangat penting. Bukan hanya tentang hadiah atau piala, tetapi lebih kepada bukti eksistensi diri. Berkarya. Menjadi seseorang yang bermanfaat. Bukan menjadi seseorang yang "bukan siapa-siapa".

Teringat seminggu yang lalu, sekitar pukul setengah tiga dini hari, aku menatap hamparan lautan pasir yang sangat gelap. Melihat ke langit. Hanya ada beberapa noktah kerlip bintang. Merasa sangat kecil, tak berarti apa-apa. Mencari tahu apa yang paling aku inginkan dan mewujudkannya. Merasuki bayang diri, mencari tahu apa yang sudah kulakukan selama ini. Bagaimana jika ini hari terakhirku melihat cahaya?

be 'something'. create things.



Jumat, April 27, 2012

Me-Time


Hampir dua bulan ini jarang banget keluar rumah. Paling banter seminggu sekali keluar rumah dan tujuannya pun kalau nggak ke perpust kota ya ke toko buku. Dua tempat itu adalah dua tempat ternyaman (buatku) menghilangkan rasa jenuh, hehe. Sebulan full kemarin kerja di rumah jadi "kuli artikel" hoho, ya nulis artikel berdasarkan pesanan. Disambi juga dengan melakukan beberapa hal yang ingin kujalani dengan serius nantinya.

Kemarin, akhirnya keluar rumah lagi. Tujuan: nyari kado buat adek sekalian beli buku, sama beli beberapa barang yang lain juga.

Naik angkot. Ngecek rekening ATM. Mampir-mampir ke beberapa toko beli sedikit ini-itu. Hunting beli kado buat adek. Dan, sadar kalau uang menipis jadi mampir ke ATM lagi buat ngambil uang. Terakhir: ngadem di Gramedia. Sengaja ingin menikmati me-time secara maksimal (haish), akhirnya duduk manis di satu-satunya tempat duduk yang ada di dalam Gramedia dan melahap dua buku: Te-We sama Travellous. Latihan speed reading juga, jadi ngebaca semua halamannya dengan secepat yang aku bisa, pokoknya tamat saat itu juga. Lumayan lah, meski sempet ada anak kecil iseng yang ngeliatin aku baca buku dan kubalas dengan senyuman (meski aslinya pengen melototin balik (lho?)).

Jam 4 sore pun balik pulang. Tak lupa lagi-lagi 'kebobolan' ngebeli buku Dreamcatcher sama novel Konser. Risikonya pun jadi hanya tersisa beberapa lembar uang ribuan di dalam dompet. Boros sekali bulan ini, "kebobolan" beli banyak buku, hiks.

Nyampe rumah langsung ngebungkus kado buat adek. Makan bakso sebentar. Trus cabut lagi karena ada temen yang mau nraktir makan di Waroeng Steak & Shake yang baru buka cabang di deket terminal Landung Sari. Kemarin dia baru saja berulang tahun dan kutagih buat traktiran. Ya, lumayan bisa dapet traktiran gratis (pengen mesen Steak yang mahal tapi sungkan, heu). Aku juga udah nyiapin kado buat dia. Nggak banyak cerita yang bisa kubagi saat itu karena dia curhat panjang lebar. Weits, masalah oh masalah... Aku pun berusaha jadi pendengar yang baik saja.

Mungkin hari-hari yang kujalani beberapa minggu terakhir ini tidak ada yang spesial. Berjalan dengan adem ayem, tapi ya aku tahu masih ada hal-hal yang lain yang harus kulakukan. Tidak bisa hanya diam tanpa melakukan apapun. Kadang ngerasa risih dengan orang-orang luar yang berbicara ini-itu. Ada rasa khawatir tidak bisa melakukan hal yang terbaik setiap harinya. Masih saja ada rasa takut untuk melangkah lagi, mendapatkan sesuatu itu. Masih saja merasa kecewa jika belum bisa melakukan yang terbaik di setiap harinya. Untuk saat ini, berdamai dulu dengan apa yang kudapat. Melakukan yang terbaik setiap waktunya. Ya, percuma juga mengingat apa yang terjadi di masa lalu dan menyesalinya. Percuma juga khawatir dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Meskipun tampaknya aku hanya menjalani hari-hari yang biasa, setidaknya aku bisa terus belajar melakukan yang terbaik di setiap harinya. Tidak hanya bermalas-malasan, tetapi sedang melakukan sebuah rahasia.

*ta-ra-ta-ta-ta...la-la-la...*



Beberapa hari terakhir ini juga aku menghabiskan beberapa bacaan yang belum sempat "dikhatamkan". I do utilize my time to the fullest me-time :)

Selasa, April 03, 2012

Rutinitas

Sebelumnya.
Bangun tidur. Shalat. Tidur lagi. Jam 7 baru mandi (kadang setengah 8). Gubrak-gubruk. Jalan kaki ke kantor.

Sekarang.
Bangun tidur. Shalat. Tidur lagi. Bangun siang. Nyalain komputer. Ngecek jobdesk. Mandi-Sarapan (sambil duduk di depan komputer). Nulis.

Tetap saja. Masih susah untuk bangun pagi. Sekalinya udah bangun pagi, eh tidur lagi dan ujung-ujungnya bangun siang lagi. Heu...

Rencanaku untuk sebulan ini adalah merapikan rutinitasku. Menghabiskan bacaan yang baru kubeli dengan menghabiskan sisa gaji, hehe. Menyelesaikan beberapa masalah. Memulai hidup baru. Mengejar mimpi-mimpi. Say no to galau forever!

Yang paling penting...bisa bangun lebih pagi setiap harinya T_T

Jumat, Maret 30, 2012

When I Write

Sudah hampir setengah bulan ini kujalani profesi baru, sebagai content writer.
Kedengarannya keren (hehe, betul tak?), tetapi ya si suka dan si duka selalu berteman bersama.

Meskipun mungkin tak ada rencana untuk menjadikan profesi ini sebagai tumpuan utama hidup (eh?), aku kembali belajar untuk menulis. Salah satu kelemahanku dalam menulis adalah tidak menyelesaikan tulisanku sampai tamat. Kalau sudah begitu, ya sudah selesai tanpa harus mencapai akhir. Menjadi penulis konten mau tidak mau memaksaku untuk menyelesaikan tulisan yang aku buat. Selain karena memang dikejar deadline juga untuk melatih seberapa besar nyaliku bisa  menyelesaikan sebuah tulisan.

gambar dari sini
 Beberapa hari terakhir rasanya sudah tak ada ruh untuk menulis (ditambah lagi dengan topik-topik "horor" yang harus kuselesaikan), jadinya untuk menghasilkan sebuah kata pun rasanya susah minta ampun. Hari ini syukurlah topik yang diberikan lebih "segar" tentang tempat-tempat wisata di Lombok (an island that I desire to visit most), jadinya lumayan cepat bisa kuselesaikan, 5 jam lebih cepat dari deadline yang diberikan. Rupanya memang benar kalau menulis sesuatu yang kita sukai itu bisa membuat kita betah menulis maraton sekalipun hehe.

Kalau dulu kerja di kantor, aku bakal keliatan "autis" tiap kali sudah berhadapan dengan komputer. Seolah dunia yang ada hanya ada diantara aku dan layar komputer. Jadi, maaf teman-teman di kantor (dulu) yang sering tak kuhiraukan saat aku sudah "khusyuk" dengan layar komputer. Bukan maksud sok serius tetapi memang sedang fokus, hehe. Satu lagi keadaan yang membuatku tampak "autis" adalah saat sudah membaca buku, hoho...dunia pun hanya akan menjadi milik 'kami' berdua.

Keinginan untuk menulis sebuah novel itu masih ada. Hmm, kalau menulis 3000 kata/hari saja (dalam bahasa Inggris) bisa--meskipun masih acak-acakan,heu...  seharusnya dalam waktu sebulan juga aku sudah bisa menghasilkan sebuah novel. Iya, seharusnya memang begitu. Kenyataannya?

gambar dari sini

[gaji (sebagai penulis konten) rupanya diberikan sebulan sekali per tanggal pertama kali kerja, jadi... gajiku masih akan dibayarkan setengah bulan lagi, sabar...sabar...]

Selasa, Maret 27, 2012

Usung-usung

Tulisan ini repost dari tulisanku di blogku yang satunya.

Hehe, bener nggak ya tulisannya :D
usung-usung (angkat barang buat pindahan).

Sempet kepikiran buat ngepaketin sebagian barang ke rumah. Tapi, mikir lagi.
Berat juga di ongkos.

Mau dititipin sementara ke temen kost, tapi ntar jadi ribet juga.

Ya wes lah, selama masih bisa dibungkus, dibawa pulang semuanya saja.
Alhasil,
1 tas ransel
1 tas gunung
2 kresek gede
1 tas kain kecil
1 tas cangklong buat netbook
...akeh :'(

Setelah perpisahan di kantor, keesokan harinya langsung balik pulang. Tiket udah dibeli dua hari sebelumnya. Kost-an juga udah jatuh tempo (hehe, kabur dulu sebelum diusir).

Masalah lagi: gimana ngebawanya.
Jam 11 siang, Heny sama Dewi (temen kantor) dateng ke kost. Huwaa, senengnya ada yang ngebantuin.
Naik taksi sampe stasiun bareng sama Heny. Suasana emang jadi rame kalau ada Heny. Dewi nututi pakai sepeda motor dari belakang. Nyampe stasiun, langsung dibantuin buat ngebawa barang-barang. Duduk dulu beberapa menit. Ah, mereka emang temen-temen kantor yang baik, rela bolos sejenak dari kantor demi membantuku usung-usung. Nemenin aku selama beberapa menit. Terima kasih ya Allah membuatku bisa mengenal mereka...

Kapan-kapan maen ke Malang ya :)

Tak lama kemudian datanglah Suci dengan membawa dua tas pakaian lumayan gede dan satu tas ransel isi laptop. Wew!
Kali ini aku pulang bareng Suci (dulu temen seSMP-SMA). Dia kuliah di Bandung dan baru saja yudisium. Alhamdulillah pas banget, jadi bisa pulang bareng sama dia. Tapi, dua orang...ngebawa banyak tas...huft! (foto di bawah ini hanya menampakkan sebagian saja, hehe)

 
Nunggu kereta Malabar yang akan berangkat jam setengah 4 sore.

Aku harus tiga kali naik kereta buat ngemasukin barang-barang. Capek? Jangan tanya. Bahu dan lengan rasanya mau copot. Mau pakai jasa porter, hmm...udah telanjur dibawa sendiri ini. Pas udah bisa duduk dengan dipenuhi banyak tas, rasanya lumayan lega. 


Hiks, sedih juga sepatuku jadi "pergi untuk selamanya". Aku sudah tahu kalau sepatu yang kupakai saat itu memang rusak. Namun, tetap saja kupakai. Hingga akhirnya sepatu itu benar-benar rusak dan tak bisa terpakai lagi setelah kupakai berlari-lari dan naik turun kereta tiga kali. Dengan berat hati kutinggalkan ia di bawah kursi. Tak bernyawa *zziiing...*
Aku pun pulang dengan bersandal jepit.

Malemnya sempet nonton film di laptop sama Suci, hehe...capek juga bengong terus. Keesokan paginya sampai di Stasiun Kota Baru Malang, semua barang kembali kubawa. Alhamdulillah, Suci dijemput pakai mobil jadi bisa sekalian nebeng dan dianter pas depan rumah, hoho. That's what friends are for... Di sepanjang perjalanan, sempat merhatiin jalan. Wah, pasar Dinoyo udah ilang dan akan dibangun mall. Beberapa gedung baru tampak sudah berdiri. Pastinya...aku kembali melihat kendaraan ber-plat N di mana-mana.


Begini rasanya pulang...

Minggu, Maret 25, 2012

The New Rhytm

Sehari setelah pulang ke rumah, ada sebuah panggilan telepon.
Alhamdulillah, ternyata diberi kesempatan untuk menjadi content writer.
Bisa dikerjakan di rumah asal ada koneksi internet.
Deal!
Sekarang masih saja berusaha untuk menemukan ritme bekerja di rumah.
For a temporary time while doing other things.

Testimoni

Hanya berbagi sepotong kenangan.

Baru tahu seperti ini rasanya perpisahan (meski sudah dua minggu berlalu).
Hari terakhir kerja di kantor, lewat jam 5.
Semua berkumpul di meja segi empat. Rupanya memang benar seperti yang aku duga, perpisahan.
Beragam cemilan dikeluarkan. Hiburan permainan sulap dari dua rekan kerja. Tertawa. Menertawakan triknya yang tampaknya sudah bisa ditebak. Menertawakan sulap yang ternyata hanya sulap-sulapan. Bermain gitar. Bernyanyi bersama.
Break untuk shalat.
Dan, saling menyampaikan pesan dan kesan. Diakhiri dengan pemberian sebuah buku yang juga berisi beberapa testimoni. Tak lupa makan kwetiaw bersama.

Pertemuan kita memang singkat, tapi semoga persahabatan kita enggak. Pokoknya bersahabat sampe tuaaa!
Iya, selamanya akan menjadi sahabat. Terima kasih juga sudah menjadi salah satu sahabat (duduk bersebelahan) dan saling berbagi makanan selama di kantor, hehe.


Kemesraan ini...mengapa cepat berlalu? ^_^ Meskipun jarak kita jauh, semoga komunikasi tetep lancar ya...biar selalu deket. Moga sukses, ya.
Meski jarak memisahkan, Facebook akan tetap menyatukan hati kita, hoho. Sampaikan pada temanmu yang itu, beneran deh nggak nyangka ternyata ada artis yang mirip sama aku, wkwkwk.


Huhuhu, bakal sepi ni ga ada mba endah di sblh chey. mba endah, perpisahan bukan berarti putus silaturahmi yaa. walopun jarak memisahkan kita, tapi bukan berarti hilang komunikasi, semoga mba endah bisa tmbh sukses, moga dapat beasiswanya. semangat!
Huhuhu, ikutan sedih. Nggak bisa lagi ngerasain keceriaanmu di kantor. Terima kasih sudah menjadi teman yang bisa saling berbagi cerita hingga saat ini.

Ndah, kembalilah...dst
^_^


Semoga menjadi wordsmith yang dan dapet beasiswa.
Aamiin...aamiin...aamiin...!

Endah "the silent killer", hehehe. Kejar terus impianmu dengan bakatmu itu.
Eh, saya pembunuh?


Hola ndah. Ingat obral obrol ba'da zuhur. ingat berbagi keceriaan dengan snack keripik pedas. sosok dan segala tentang kita akan selalu diingat. semoga sukses. jangan lupa buat pulang lagi ke sini.
Kutemukan keluarga baru di sana. Selamanya nggak akan aku lupa. Terima kasih sudah menjadi bagian dari keluarga baruku :)


Semangat!!! Hallo Endah, pertama ketemu perkenalan kita bukan diawali dengan perjumpaan, teapi teh vi malah nelpon dan sms2in endah. semoga sukses ya ndah, get scholarship. jangan lupa ya. sukses. sukses. sukses.
Terima kasih sudah mendengarkan semua curhatanku, semuanya. Bener-bener kerasa banget punya seorang kakak baru.

Ya'opo kabare ndah? Oalah tibakno tiyang jawi oge (lho?). Hehe aku jek kudu sinau sing akeh karo kowe. Prosoku iki kecepeten. Wis...pokoke semoga tercapain cita dan harapannya.
Nggih sami-sami. Matur nuwun sanget.


Saat itu aku sudah ingin menangis. Tapi, kutahan. Bener-bener kutahan. Kalau aku nangis, aku jadi bisa nggak ngomong apa-apa. Ujung-ujungnya, aku akan malu, hehe. Jadi, ditahan saja. Testimoni di atas adalah yang ditulis di kado buku yang diberikan padaku. Selain itu juga ada pesan dan kesan yang disampaikan kepadaku.

Secara umum, semuanya merasa aku ini tipe orang yang nggak banyak omong, tapi dari sebuah senyuman bisa punya banyak arti (tsah!). Ada juga yang merasa saat pertama kali kenal, rasanya sudah kenal lama. Ada juga yang bilang meskipun aku sedang diam, dia merasakan kalau aku ini ada. Sepertinya ada juga yang mencari-cari seperti apa aku ini sebenarnya, dan baru ketahuan pas udah ada di akhir. I am a simple person but not 'that' simple one. Hohoho...


Hari terakhir saat itu kuhabiskan sampai semua lampu di ruangan dimatikan. Karena seorang sahabat (yang juga teman se-kost) belum pulang, aku menghampirinya untuk mengajaknya pulang bersama. Sebelum pulang, kusempatkan lagi untuk kembali ke kubikelku (saat sudah tak ada orang lagi). Saat itu semua lampu sudah dimatikan. Aku masuk sejenak. "Sampai jumpa lagi." Aku keluar. Kututup pintu ruangan. Berjalan keluar ruangan.

Eh, dikunci? Akhirnya temanku teriak-teriak ke satpam. Syukurlah, masih dibukain. Hehe...
Malam itu berjalan pulang ke kost. Berbagi cerita.
give ur smile :)

ceritanya lagi pura-pura rapat, hehe.
makan bareng di Pizza Hut habis kondangan, hoho
Alhamdulillah, terima kasih untuk semuanya.

Tiga hari sebelumnya sempat diminta untuk membuat tulisan. Dan dibuatlah tulisan ini. Sudah lama nggak nulis yang ditentukan temanya. Dikasihlah tema tentang pengalaman selama di Bandung. Bikin esai minimal 2 halaman tentang itu. Sempat bingung, mau nulis apa? Akhirnya dengan buru-buru akhirnya jadi juga tulisannya.
Waktu perpisahan sempat ada segmen tentang "pembacaan cerita". Langsung curiga. Jangan-jangan... Dua lembar kertas dikeluarkan. Tuh, kan. Tulisan itu dibaca, diperdengarkan ke semuanya. Heu... Semoga itu bukan catatan terakhirku, tapi sebagai catatan awal untuk mulai mengejar impian yang lain.

Kamis, Maret 22, 2012

Keep the Memories

Bagaimana pun juga ada keluarga baru yang kutemukan di sana :)
Tidak ada rasa penyesalan yang tertinggal. Hanya rasa syukur karena sudah diberi kesempatan untuk bisa bersama mereka.
Juga,
beberapa potong kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Ngemil stroberi di suatu sore.



"Kalap" di bukfer dan menjadi beban terberat saat balik ke rumah, heu...



Senja di Jakarta (macet habis dari Indonesia Book Fair 2011)


Hiking Dago Pakar-Air Terjun Maribaya, Tangkuban Perahu bareng temen kantor.

 



Liburan akhir tahun dari kantor ke Pangandaran.




Jalan yang kulalui dari kost ke kantor. 


Meja kerja & ruang kerja :) Sesekali sarapan bubur kacang...
 



 


Wisata buku... Ditambah iklan nyanyian anak-anak TK (kadang jadi hiburan di kantor, kadang emang rada ngeganggu juga, hoho)




Kalau iseng suka bikin origami bangau :D


Pagi di Pantai Pangandaran...


Kenang-kenangan buku dengan beberapa testimoni :))


Tidak akan pernah ada yang akan dilupakan.
Semua masih akan sama :)

Senin, Maret 19, 2012

Segelas Teh Tawar

foto diambil dari sini

Segelas teh hangat disajikan. Disesap sedikit, ah, tawar. Setelah sekian lama terbiasa minum teh manis, teh tawar ini rasanya tidak begitu bersahabat di lidah. Meskipun begitu ia tetap berusaha untuk menyesapnya sedikit demi sedikit. Agar si pembuat teh tidak tersinggung. Agar tidak ada minuman yang mubadzir. Juga, agar ia bisa memulai untuk beradaptasi hidup di kota ini.
Ia menamainya kota B. Salah satu ibu kota provinsi di Pulau Jawa yang, menurut salah seorang kawannya, paling nyaman untuk ditinggali. Udaranya sejuk, makanannya enak, tempat belanjanya meriah, tempat wisatanya beragam, dan menjadi salah satu kota incaran untuk menuntut ilmu. Ada juga yang menjulukinya Parijs van Java. Namun, ia lebih suka menjulukinya dengan kota B. Semoga tidak ada yang protes dengan caranya menyebut atau menjuluki sesuatu.
Setelah menempuh perjalanan selama 18 jam dengan kereta api ditambah dua kali naik angkot, ia kembali menyesap teh tawar yang dihidangkan di warung itu sembari menunggu makanan pesanannya datang. Sempat ada setitik keraguan dari keputusannya untuk tinggal di kota B—meski hanya untuk beberapa bulan saja. Akan tetapi, rasa penasaran yang dimilikinya lebih membunuh daripada keraguan yang ada di benaknya. Hingga tak ada pilihan lagi selain membuatnya benar-benar berangkat dan belajar hidup di kota B. Meninggalkan zona nyaman dan bertualang menemukan pengalaman-pengalaman baru dirasakannya cukup menantang.
Makanan yang dipesannya belum juga datang. Ia mendengar orang-orang di sekitarnya berbicara dengan menggunakan bahasa yang tidak ia pahami. Anehnya, ia mengerti apa yang sedang dibicarakan. Tidak paham dengan bahasa yang digunakan tetapi sangat mengerti maksud pembicaraan. “Hatur nuhun” yang didengarnya memiliki makna yang sama dengan “matur nuwun” yang sering diucapkannya, setidaknya itu pelajaran pertama yang ia dapat. Ingin bisa ikut berbincang, tetapi lidahnya kelu. Akhirnya, ia lebih memilih diam dengan tetap sabar menunggu makanan yang dipesannya datang.
 Ada keramaian di depannya. Rupanya seorang pedagang yang baru saja menggelar dagangannya telah menarik perhatian banyak orang. Ia beranjak dan ikut melongok. Sang pedagang menawarkan barang dagangannya dengan sangat atraktif. Di tempat tinggalnya, orang-orang kota B dikenal sebagai pedagang-pedagang yang handal. Sepertinya memang tak sepenuhnya salah, dia melihat langsung betapa perdagangan sangat ramai di kota B. Ada kesan dinamis yang dirasakannya. Ia berkeliling sebentar. Beragam barang tampak diperjualbelikan. Setiap pedagang melakukan beragam cara menarik untuk mengundang pembeli. Riuh bersahutan. Tak ada yang diam.
Beberapa tahun sebelumnya ia sangat penasaran dengan kota B. Sebagian orang bilang bahwa kota B sangat mirip dengan kota kelahirannya. Diperhatikannya lagi beberapa kemiripan antara kota B dengan kota kelahirannya: kota yang dipenuhi angkot; makanan yang lezat dengan banyak pilihan; dan tempat yang seru untuk menghabiskan akhir pekan. Mungkin ada dua perbedaan yang terasa. Lalu lintas kota B lebih padat dibandingkan kota kelahirannya dan tidak ada moda transportasi bus Damri di kota asalnya. Oh, satu lagi. Di kota B tidak dijumpai deretan toko buah yang dipenuhi gundukan buah apel seperti yang sering ditemuinya di kota kelahirannya.
Setelah berjalan beberapa saat, ia kembali lagi ke warung yang tadi ditinggalkannya. Kembali duduk di tempatnya tadi menyesap teh tawar. Rasanya masih tawar dan sudah dingin. Makanan pesanannya belum juga diantar. Ia menunggu lagi.
Segelas teh hangat kembali diberikan. Rupanya makanan yang dipesannya butuh waktu memasak yang lebih lama dari biasanya. Disesapnya lagi teh tawar hangat itu. Berbeda. Kali ini lidahnya sudah mulai terbiasa dengan rasa teh yang tawar itu. Mungkin kota B masih akan terasa asing baginya, tetapi ia percaya bahwa semua pengalaman yang akan didapatkannya di kota ini akan memperkaya hidupnya.
Dihabiskannya teh tawar yang tersisa di gelasnya dalam sekali teguk. “Boleh minta satu gelas lagi?” pintanya.



Kamis, Desember 15, 2011

Sekilas Tentang Creative Writhink

Hmm, mau sharing tentang creative writhink bareng Fahd Djibran seminggu yang lalu di Pameran Buku Bandung aja deh. Seminggu yang lalu sempet ikutan di acara temu penulis dan sekilas tentang creative writhink dari jam setengah 8 malem sampe jam 8 malem-an.

Writhink: menulis kreatif dengan berpikir kreatif. Jadi, nggak sekedar menulis tapi juga berpikir secara kreatif saat proses penulisan itu sendiri.

Menulis itu menyampaikan gagasan dengan kata-kata yang tepat, jadi ada kombinasi sempurna di dalam kata-kata dan pikiran.

"I'm not a good writer, I'm a good re-writer," kata Fahd Djibran. Kadang yang kita tuliskan adalah hal yang sama yang pernah ditulis oleh orang lain tetapi dengan cara/gaya yang berbeda. 

Tulisan yang baik itu mencakup 4 hal:
-content
-context
-coherence
-color
Dalam sebuah tulisan yang bagus itu ada satu pesan besar yang disampaikan dan bagaimana pesan itu didukung dengan info-info lainnya. Juga, harus dicermati tentang ke mana dan di mana tulisan itu akan "berada" terkait siapa pembacanya dan di media mana tulisan itu diterbitkan. Dan yang penting juga ada kekhasan dalam tulisan itu sendiri; ada cara/pendekatan dari pikiran kita sendiri.

Fahd Djibran juga mulai mempopulerkan fiksi lintas media. Sampai ada sebuah mimpi kalau nantinya yang ada di pameran itu bukan hanya lukisan/gambar, tetapi kata-kata, trus juga yang ada di konser bukan hanya lagu/musik tapi kata-kata.

*maaf, kalau informasinya choppy soalnya yang ditulis (eh diketik) di hape waktu ikut acara cuma berupa frase-frase singkat hehe.

Di akhir acara ditampilkan sebuah video revolvere project (bisa diliat di youtube tapi aku lupa link-nya), penggabungan antara narasi cerita dengan sebuah lagu. Karena aku udah mengunduh videonya, jadi aku udah nggak terlalu merhatiin lagi. Eh, malah sempet ngeliatin yang jadi fotografer pas acara itu, manis sih orangnya hehe [I just love seeing a guy who has dimples in his cheeks], pengen aku candid difoto pake kamera hape tapi nggak enak juga kalau ketauan, jadi ya cuman diliatin doang [haha, ngga' penting].

Kamis, November 24, 2011

At Office

My Desk for These 6 Months

(masih ada setumpuk katalog buku dr Frankfurt--tuh yg di pojok)

Sempet ngemil buah stroberi di sore hari (dimakan rame-rame)

Minggu, Oktober 23, 2011

Jalan Pulang

Lama nggak update nih blog :(
Kemana aja?

Masih di sini.
Belum ke mana-mana.
Hanya saja ingin rasanya kembali...
pulang...

Kenapa aku jadi ingin pulang?


"We just need to stay away for a moment to get back home."
"We never know what 'comeback' is, if we haven't been anywhere." [Life Traveler]

(posting singkat di tengah waktu istirahat siang^^)

Senin, September 26, 2011

Updating My Life

Wah, udah lama nggak nggedabrus  di blog hihihi. Sibuk? Banyak pekerjaan? Hmm, lebih tepatnya karena sedang berusaha menemukan ritme di lingkungan yang baru di sini.


Beberapa kabar (nggak) penting dari saya kali ini adalah:
10 September 2011
Berangkat ke Bandung dengan tiket kereta yang mahal abis! Hanya bawa satu backpack yang dipenuhi dengan baju dan perbekalan sementara.

11 September 2011
Sampai di kamar kost untuk pertama kali. Karena kamarku masih  belum jadi, untuk sementara aku tinggal di kamar kost cowok (iya, ini ada kamar kost cowok sama cewek tapi bener-bener dipisah jadi kemungkinan cewek sama cowok berpapasan itu hampir nol persen). Penghuni sesungguhnya dari kamar kost sementara yang aku tempati waktu itu masih akan datang bulan depan. 

12 September 2011
Wawancara dengan pihak HRD, ya sedikit wawancara dan kepastian gaji hehe.

13 September 2011
Masuk kantor untuk pertama kali. Berasa jadi kayak alien yang baru turun ke bumi, asing. Di mana-mana orang berbahasa Sunda, aku? Bengong! Dikenalin ke orang-orang kantor dan dalam waktu 5 detik, aku sudah lupa nama-nama mereka semua. 

14 September 2011
Udah kena marah, hihi maklum saya orang baru jadi nggak ngerti apa-apa. Ngurus ijin libur dua hari buat wisuda. Sorenya langsung cabut ke stasiun dan balik ke Malang dengan naik tiga  kali kereta ekonomi (total biayanya 52 ribu saja), ntar deh kayaknya ada posting khusus yang membahas perjalananku kali ini.

15 September 2011
Nyampe Malang udah isya’, rasanya? Awakku remek, rek!

16 September 2011
Ke kampus ikut gladi bersih, makan bareng temen-temen kuliah di Food Court Matos (entah kapan bisa kumpul lagi kayak waktu itu). Pinjem kebaya temen. Menikmati waktu di rumah.


17 September 2011
Wisuda! Yiaaay!!! Nggak ke salon dan merias diri sendiri untuk pertama kalinya, hahaiy lumayan lah buat pemula. Ada momen yang ternyata bikin aku sukses nangis di sini, tentang ibu…bapak…dan diriku sendiri. Melankolis banget wes. Sepulang wisuda langsung ngebut pulang dan ke stasiun kereta, fiuh…Alhamdulillah masih kebagian tiket yang saat itu hanya tersisa 2 tiket saja. 



 
My Wonderful Heroes




















18 September 2011
Balik ke kost-an (kali ini udah nggak pakai nyasar-nyasar lagi kayak seminggu sebelumnya, hehe). Bawa satu backpack dan satu handbag, cukup lah buat beberapa potong baju selama di sini. Istirahat sepanjang masa eh hari Minggu…

19-23 September 2011
Belajar mengikuti ritme kerja di kantor from eight to five. Biasanya pulang dari kantor, langsung mandi, shalat sampe isya’, sedikit nulis kegiatan harian sambil ndengerin lagu, trus tidur wes. 

24 September 2011
Hahaiy, baru 2 minggu kerja udah bisa ikutan kegiatan Annual Party nih. Ada acara kantor yang diadakan di Dago Tea House. Lumayan bisa sedikit bersosialisasi dengan yang lain.
Sorenya, ke kost-an temen trus diajakin ke Braga Festival. Kota Bandung lagi ulang tahun yang ke-201. Wah, ini sih agak mirip sama Malang Tempo Doeloe. Bedanya kalau di Bandung tuh ada di sepanjang jalan Braga sedangkan di Malang ada di sepanjang jalan Ijen.

 

25 September 2011
Semaleman ngobrol sama temen (dia dulu temen SMP-SMA yang lanjut kuliah di Bandung), senang rasanya bisa ngomong Jowo sama dia, lidah ini masih bimbang mengikuti bahasa Sunda hiks. Habis sarapan, jalan sendirian ke pasar Minggu Gasibu, cari beberapa barang keperluan.
Siangnya pulang ke kost-an, yiaay…lumayan nggak nyasar lagi kali ini hehe. Capek juga, ngantuk pisan!

Overall, semingguan ini emang cukup berat buatku. Berusaha mencari ritme keseharianku, bismillah semoga masih tetap bisa istiqomah…
Kayak katanya Syahrini, “Alhamdulillah ya, sesuatu banget…” Alhamdulillah…aku diberi kesempatan untuk bisa hijrah ke Bandung selama 6 bulan ke depan (soalnya kerjanya kontrak sampe 6 bulan, hehe).

Selasa, September 06, 2011

Lebaran Tahun Ini

Idul Fitri tahun ini alhamdulillah bisa kujumpai dan kujalani bersama keluarga. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat malam takbir kami semua berkumpul di rumah Mbah. Pagi harinya shalat Ied, setelah itu ziarah ke makam mbah kakung. Baru setelah itu berkeliling ke rumah para tetangga.

Dulu aku cukup mempunyai banyak teman bermain saat kecil di lingkungan rumah Mbah ini. Tahun demi tahun berlalu, satu per satu mulai berubah. Salah satunya adalah banyak diantaranya yang sudah menikah. Wah, "ajaibnya" mereka semua masih inget namaku padahal udah beberapa tahun terakhir aku ke rumah mbah cuma pas lebaran (setahun sekali). Aku? Hehe, aku malah hampir lupa nama dari beberapa temanku itu. Paling cuma senyum aja saat "ber-lahir batin".

Yaps, manusia tumbuh. Beberapa tetangga kadang menebak-nebak apa benar aku dan adekku adalah anak dari ibuku (hehe, emangnya anak siapa lagi). Apalagi adek laki-lakiku yang terlihat makin  jangkung. Biasanya mereka geleng-geleng dan nggak menyangka kami sudah sebesar ini hehe.

Setelah acara keliling ke rumah tetangga, di rumah Mbah mulai cemal-cemil makan kue-kue lebaran. Beberapa saudara mulai berpencar ke rumah saudara yang lain. Kalau aku biasanya hanya di rumah Mbah saja sampai 3-6 hari ke depan. Kadang sampe bosen juga, hehe. Nonton tivi. Tidur siang. Nonton tivi. Makan. Sms-an. Tidur. Dan begitu seterusnya hoho...

Alhamdulillah...
Ied Mubarak ^^